cerpen karangan : Ilham Muhamad
Mantan terindah
Aku menunggu
seseorang sambil menghisap rokok di taman.Aku melirik ke arloji yang ada di
tangan sebelah kananku,sudah lewat 10 menit dari yang dijanjikan.Saat ini aku
ada janji dengan mantanku.Entah mau membicarakan apa, tapi dia bilang
pembicaraan ini sangat penting.Aku kembali menghisap rokok sambil menikmati
indahnya pemandangan taman.
“Hai, maaf menunggu lama” aku kenal
suara ini, suara seseorang yang 5 tahun lalu selalu membuatku tersenyum, ya,
siapa lagi kalau bukan Rina adik kelasku saat aku SMK dulu.Dia terlihat sangat
cantik.Aku mematikan rokok lalu tersenyum padanya.Sudah lama aku tidak bertemu
dengannya semenjak aku lulus dan pindah rumah.Aku merasa gugup.
“Tidak
apa-apa” ucapku.Dia duduk disebelahku .Ada rasa rindu didalam hati.Kalau saja
aku boleh mencium dan memeluknya sekarang juga, tapi siapa aku? Hanya mantan
kekasihnya.”Apa yang ingin kamu bicarakan padaku” tanyaku setelah dari tadi
Rina hanya diam tak berbicara dan sesekali tersenyum padaku dan itu membuatku
penasaran.
“Aku ingin
mengantarkan ini padamu, aku harap kamu datang” dia mengeluarkan kertas
berwarna putih bergambar dua burung merpati yang khas didesain untuk
pernikahan.Dan arti dari dua burung merpati itu adalah dua orang sepasang
kekasih.Aku terkejut.Detak jantungku berpacu lebih cepat.Dan aku... Rasanya aku
ingin pergi dari tempat ini.
Flashback on
Waktu kelas
tiga SMK aku, bertemu dengannya, aku duduk bersebelahan dengannya saat
melaksanakan UAS.Aku membantunya mengerjakan soal yang tidak dia ketahui.Dari
situ kami mulai akrab.Setiap jam isitirahat kami selalu makan bekal
bersama.Awalnya, aku kira dia tidak ada perasaan padaku, tapi setelah dia
menyatakan perasaannya padaku.Aku tahu kalau perasaanya padaku tidak main-main.
Satu bulan
telah berlalu setelah dia menyatakan perasaannya padaku.Hubunganku dengannya
baik-baik saja.Tapi semakin kesini semakin , kami jarang berkomunikasi.Sekarang
dia sangat cuek.Hingga kesabaranku habis.Aku mengakhiri hubungan ini,walau aku tahu
aku masih mencintainya.Setelah aku memutuskannya, aku dan dia tidak lagi
menjadi kita.
Setelah aku memutuskannya, aku
pindah rumah.Untuk pertama kalinya aku menangis karena cewek.Apalagi aku
menangis dihadapan ibuku.Aku menyesal karena memutuskannya,percuma aku menyesal
dia tidak akan kembali padaku.Aku sadar bahwa aku sangat mencintainya.Hatiku
telah dibawanya,hatiku terasa sakit.
Flashback
off
Rasa sakit
itu masih terasa sampai sekarang, walaupun sudah 5 tahun lamanya.
“Maksudnya?”
aku mengepal tanganku agar aku tidak menangis.Tanpa aku sadari air mata jatuh
mengalir membasahi pipi.Aku menangis.Aku menundukan kepalaku, aku berusaha
menguatkan diri.
“Aku tahu
akan seperti ini,aku menikah dengan orang lain dan kau menangis.tapi inilah takdir,
dan aku harap kamu dapat menemukan perempuan yang lebih baik dari aku” Rina
menghapus air mataku dengan kedua telapak tangannya.Aku mendongakkan kepalaku
dan tersenyum padanya.Aku mencoba mencari kebobohongan darinya.Tapi aku tidak
bisa.Tatapannya dan undangan yang berada dihadapanku ini bukanlah sebuah
kebohongan.
“Mana
mungkin aku bisa mencari pengantimu secepatnya?” air mataku kembali keluar.Ini
sungguh aneh.Aku tidak ingin menangis kembali.Tapi aku menangis.Aku sudah tidak
peduli dengan orang-orang yang melihatku penuh tanya.
“Aku minta maaf atas sikapku dulu
padamu, dan aku mengundangmu untuk berdamai dengan masa laluku dan masa laluku
itu adalah kamu. Dan aku ingin mengucapkan terima kasih karena kamu pernah
membuatku bahagia walaupun hanya sebentar.Aku harap kamu datang di acara
pentingku ini” Rina kembali menghapus air mataku.Percuma kamu menghapus air
mataku.Aku menangis karenamu.Dia bukan jodohku.Aku harus merelakannya pergi
dengan orang lain.
Aku harus
menguatkan hati untuk berbicara lancar dengannya.”Aku maafkan kamu.Aku juga
minta maaf telah melukaimu.Dan aku terima undangan ini.Aku akan datang di acara
pentingmu ini” kataku berusaha kembali tersenyum dihadapannya walau dengan
senyum pahit dan hati yang terluka.
”Bolehkan
aku mencium keningmu dan memelukmu untuk yang pertama dan yang terakhir
kalinya?” aku tidak peduli Rani akan menganggapku sebagai cowok tidak tahu diri
atau apapun.Aku tidak peduli.Aku hanya ingin meluapkan rasa rinduku selama
ini.Aku rindu cewek ini.Dia menganggukan kepalanya dan tersenyum kepadaku.Aku
mencium keningnya dan memeluknya erat.Kamu ingin berdamai dengan masa lalumu
yaitu aku.Aku juga ingin berdamai dengan masa laluku yaitu kamu.
Dari
kejadian ini, aku mengambil pelajaran, yang lalu biarlah berlalu.Jadikan masa lalu
sebagai pelajaran.Dan jangan dijadikan penghambat untuk masa depan.
~END~

0 komentar:
Posting Komentar